The Voice of Women in Bali

Dalam Memperingati Hari Anak Nasional, kali ini Bali Sruti mengundang Made Pradnyaniti Candra Dewi ( Duta Anak Bali 2011/Divisi Humas FAD Bali) sebagai narasumber dalam siaran di RRI pada hari Rabu, 18 Juli 2012. Diskusi ini mengambil tema Forum Anak Daerah sebagai wujud hak partisipasi anak. 

FAD atau Forum Anak Daerah adalah wadah untuk menyalurkan dan mensosialisasikan hak-hak anak, dalam ini hak partisipasi dan berada dibawah lindungan LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Bali. Pradnyaniti menceritakan bahwa pada awalnya FAD adalah kumpulan dari aktifis duta-duta anak Bali yang sudah selesai mengikuti konggres, seiring berjalannya waktu FAD beranggotakan teman-teman aktifis yang peduli dengan kegiatan perlindungan anak, meskipun mayoritas anggotanya adalah peserta mimbar anak Bali ( MAB) yang dari tahun ke tahun bertambah terus. “Selain aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak (perlindungan hukum, hak partisipasi dll) kami juga mempunyai program rutin tahunan lainnya yaitu Mimbar anak Bali” tambahnya. Kegiatan ini diawali dengan membentuk tim yg beranggotakan teman-teman FAD propinsi maupun kabupaten untuk melakukan seleksi di tingkat kabupaten (dengan standar penilaian yang sudah ditentukan). Dari seleksi dipilih 5 besar di masing- masing kabupaten untuk bisa menjadi duta kabupaten mengikuti Mimbar Anak Bali (MAB) di tingkat propinsi. Kegiatan mimbar ini adalah semacam konggres tetapi di tingkat propinsi, masing-masing peserta dibagi dalam 5 komisi Pada MAB dipilih 10 anak yang mewakili masing-masing kabupaten ( masing-masing komisi 2 anak) dan menyusun suara anak Bali yang nantinya diusulkan pada konggres anak.
Pada tahun 2012 Konggres Anak (KAI) dilaksanakan di Batam pada tanggl 10-14 Juli 2012. Konggres ini sama dengan MAB hanya pesertanya lebih luas (seluruh propinsi) dan dalam KAI memilih 10 Duta Anak Indonesia dan juga menyusun Suara Anak Indonesia. Tahun-tahun sebelumnya Bali selalu terpilih mendapatkan duta Anak Indonesia. Dan tahun ini mendapatkan 1 Duta anak Indonesia (komisi Kesehatan) yaitu Ressa dari Kab. Karangasem. Resa akan membacakan suara anak Indonesia pada tgl 23 Juli 2012 di Jakarta bersama dengan Duta Anak Indonesia ( dari Jambi), mereka berdua mewakili kesepuluh duta anak Indonesia.
Dalam diskusi ini, adapun pertanyaan dari pendengar setia yaitu Pak erik. Dalam kesempatan ini, ia menyatakan salut dengan aktifitas anak FAD, dan bertanya bagaimana bisa tertarik pada kegiatan sosial dan bagaimana dengan pendanaan kegiatan? Pradnyaniti mengatakan pada awalnya ia memang aktifis di sekolah, tetapi merasa perlu juga untuk terlibat dalam lingkungan yang lebih luas (di kota Denasar bahkan se propinsi Bali). Ia bersama teman-teman SMP/SMA se-Bali yang menjadi anggota FAD aktif melakukan kegiatan hampir di semua kabupaten se-Bali
Mengenai pendanaan FAD bekerjasama baik dengan LPA, BP3A maupun dinas sosial yang mempunyai program perlindungan anak.

Apa saja Program kegiatan serangkaian dengan Hari Anak Nasional di Propinsi Bali? Pradnyaniti mengatakan bahwa Seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan FAD masih dengan aktifitas sosial, seperti kunjungan ke Lapas Anak, Ke panti asuhan, dan bakti sosial lainnya. Untuk tahun ini hari anak akan dirayakan pada tanggal 28 Juli 20012 terpusat di Karangasem, acara ini FAD lanjutkan dengan kunjungan ke LP Anak (yang kebetulan berada di karangasem juga)

Pada akhir diskusi, Pradnyaniti menceritakan mengenai pengalamannya sebagai duta. “Pada awalnya saya belum tertarik, tetapi banyak senior saya yang menjadi duta dan aktif sehingga saya ikut mendaftar menjadi duta, saya lolos 5 besar mewakili kota Denpasar, dan saya berhak ikut Mimbar Anak Bali (MAB) di tingkat propinsi (Denpasar) kemudian saya lolos lagi 10 besar mewakili kota Denpasar dan ikut Konggres Anak Indonesia (KAI) di Bandung (2011). Acara MAB maupun KAI sangat menarik, karena prosesnya memang dari anak, oleh anak, dan untuk anak. Selama acara tersebut semua acara dirancang oleh anak (kakak senior). Ketika saya mengikuti KAI di Bandung pengalaman menarik adalah saya bergabung dengan seluruh anak indonesia, dan kami semua dipisah-pisah, baik dalam komisi (ada 5 komisi, dan saya masuk komisi kesehatan) maupun dalam diskusi-diskusi lainnya. Pada pemilihan Duta Anak Indonesia di komisi kesehatan saya masuk 5 besar tetapi pada pemilihan (paripurna) saya tidak lolos 2 Besar (duta anak Indonesia) tetapi saya tidak berkecil hati karena duta anak Indonesia mempunyai tanggung jawab cukup berat juga, sedangkan tanggung jawab untuk duta di propinsi Bali sudah berat, tetapi mudah-mudahan jika kita melaksanakan dengan sepenuh hati dan bersama teman yang lain, saya enjoy sekali.

Post by admin Berita, Umum 18 Jul, 2012 Comments (0)
Tidak ada Komentar

Belum ada komentar.

Leave a comment